Kisahku dengannya ... (part 2)

22.41.00 A. Y. Indrayana 18 Comments



‘A long journey to meet her in Serang City, Banten’


Minggu ini dan minggu depan mungkin akan jadi minggu yang paling melelahkan buat aku. Bayangkan untuk minggu ini saja aku baru bisa tidur hanya dalam hitungan jam di dua hari ini, Selasa, Rabu dan Kamis (26-28/6). Itu semua tentu punya alasan mengapa aku diharuskan hanya bisa tidur kurang dari empat jam dan bukan di kamar sendiri (kamar aku biasa menuliskan postingan blog ini).

Betul, sahabat blogger. Gak mungkin kan kalau dalam perjalanan mengendarai motor tiba-tiba aku mengantuk dan tertidur? Wah, kepemilikan blog ini bisa aku wariskan kepada orang lain dong. Hahaha *ngaco**.  Agenda yang akan kutempuh itu adalah berangkat interview di tempat kolega aku yang bernama Pipit, lalu dilanjut dengan kewajiban disuruh ziarah ke makam almarhum kakek dan nenek di makam, yang mewajibkan aku juga untuk menginap di rumah orangtua di Depok, Jawa Barat. Sebenarnya hari itu aku bisa tidur dalam waktu 6 jam, hanya aku terbangun karena ingin menyaksikan sinetron religi Islam KTP yang tayang tengah malam. Hahaha :D

Nah, the day after Tuesday itulah aku langsung memberanikan diri untuk jalan dari Depok menuju kota Serang, Banten, jam 9 pagi, melewati jalur utara. Dalam perjalanan aku pun, banyak hal yang dapat aku rasakan, yang bisa lebih dari parahnya trafik di Jakarta. Hmm… tampaknya memang aku sudah harus terbiasa menghadapi beragam hal ketika ingin menobatkan diri sebagai ‘The Adventurer’. Hehehe…. Betul kan??

Okee… Demikianlah intermezzonya. Sekian dan terima kasih ***loh belum yah???***:p . Hahahaha…. Nanti dulu, tulisan belum berakhir. Oh iya sahabat blogger, cerita ini bisa jadi sekuel dari kisah romanku setelah bersambung dari postingan aku yang berjudul Kisahku DengannyaKarena aku menganggap nama judul ini yang paling tepat jadi aku putuskan inilah sekuel lanjutan dari perjuangan romanku (ceileeh… perjuangan :P)

Episode yang lalu aku memberi semangat kepada sahabat blogger melalui kata-kata “Sayangilah orang yang kamu sayangi, sebelum orang yang kamu sayangi itu berbalik menyayangi orang yang ia sayangi”, betul kan? Nah aku mau coba terapkan itu dalam aplikasi kedua tahap meraih ‘calon kekasih’ nih. Hehehe. Oke, cerita bermula dari sini.

Berawal kembali dari sebuah situs jejaring sosial berkonsonan F itu, aku kembali mengenal seorang gadis yang lucu, imut, dan cakep (menurut aku yak :D) Hehehe.  Aku mulai berkenalan padanya sekitar hari minggu di minggu ini. Namanya Ani, salah seorang saudara kandung dari kerabatnya kerabatnya kerabat saya (hayyah :p) yang bernama Ria.

Awal mula pengenalan, menjadi sedikit bingung buat aku karena ia pun mengaku tidak tahu asal usul dari mana bisa menge-add friend list padahal aku pun belum berteman sama Ria. Nah ketika Ani bertanya apakah aku mengenal siapa si Ria kemudian aku jawab ‘sudah tahu’. Ani pun kembali terheran. Loh kok bisa??

Tapi mau bagaimana lagi… namanya juga kuasa Tuhan. Setuju gak sahabat blogger?? Hahaha. Nah dari hari itulah kami terus intensif saling mengenal satu sama lain. Awalnya dari chatting, kemudian berlanjut ke sms , dan berlanjut kembali ke jenjang telpon-telponan. Aciaaaahhhhhh Hahaaahaaayyyy:D

Satu hal yang nggak bisa kulupakan adalah ketika ia memintaku untuk membeli ‘coklat’ untuknya, dan mengirimnya dengan cara aku datang langsung ke kotanya ia tinggal, di Serang. Wah, kayaknya udah pengen tingkat tinggi yah, jadi aku keluarkan saja selembaran uang kertas bergambar Tuanku Imam Bonjol ini (berapa nominalnya, tebak sendiri aja yak, :D) dari dompetku, sekalian meminum seteguk Ultra Milk rasa coklat dingin di sela-sela perjalananku ketika aku berada di sekitaran Balaraja, Banten.

Sebelum dari Balaraja, aku berangkat dari Depok menuju Serang melalui jalur Jakarta-Tangerang. Rasa kantuk dan ingin tidur mewarnai awal perjalananku menuju kota tujuan. Setelah kantuk mulai teratasi dengan minum minuman yang menyegarkan, giliran faktor trafik yang membuatku terkadang kesal. Asap, debu, panas, truk, tronton, bis, angkot, jalanan yang gak rata, dan lain-lain, menjadi tantangan tersendiri bagi aku. Maklumlah jalanan Banten memang seperti itu, dan mau gak mau harus dilewati.

Setelah berjibaku di perjalanan selama kurang lebih 6 jam, akhirnya aku tiba di Serang. Di awal, Ria sempat kurang mengenaliku. Namun setelah ku coba mengingat masa lalu awal kamu berkenalan, ia langsung menyadarinya dan mempersilakanku masuk ke rumahnya. Maklumlah sudah 2 tahun lebih gak bertemu. Hahaha :D

Kami berdua akhirnya berbicara seputar perkenalan pribadi. Bayangkanlah, sahabat blogger. Hanya dengan tujuan ingin berkenalan dan bertemu wajahnya saja aku rela jalan jauh-jauh dan berlelah ria di aspalan jalan Provinsi Banten itu. Ehem.. Ciee ciee… :D

“Gak apa-apa An. Aku udah biasa jalan jauh kok,” ujarku saat bertemu dengannya. Sambil menyuguhkan pesanan lamanya yaitu sebuah coklat, kami berbicara lebih jauh mengenai kisah-kisah cinta kami berdua. Yap, dulu aku dengan dia pernah punya pengalaman disakiti hatinya.

Matahari pun tenggelam. Aku memutuskan untuk sanggah di rumahnya Indra dan Bayu, sahabatku yang juga sahabatnya Ria, yang letaknya hanya 20 kaki dari rumah Ria. Ketika malam itu, aku diajak mengelilingi kota Serang, tepatnya di alun-alunan kota bersama 6 temanku yang lainnya.

Tetapi aku mulai merasa sesuatu yang gak enak berawal  disini. Ani yang seharusnya jalan bersamaku memilih jalan bersama Bayu. Dalam perjalanan kami, terlihat Ani dan Bayu tampak dekat dan saling tertawa. Aku yang melihatnya, seperti nggak sanggup meratap mereka lama-lama. Sampai-sampai, Ria meneriakiku, “Kenapa In? Cemburu yah?? Ehem ehemm…”. Memang selama di Alun-alun kota Serang bersama mereka aku lebih banyak diam, terkadang sesekali nge-banyol bersama Indra dan Ria. Tetapi jika aku melihat Ani dan Bayu jalan bersama dalam waktu yang lama, sesekali pula berdua saja menjauh dari jangkauan kami, rasanya aku mulai merasa down dan bawaan ingin cepat pulang dari sini.

“Bagaimana caranya untuk … agar kau mengerti bahwa … aku ingin berada didekatmu”

“Dra… gw pengen balik.” Itulah ucapanku kepada Indra ketika aku gak mau terus-menerus galau oleh karena kedekatan Ani dengan Bayu saat itu. Aku dibilang cemburu…. Mungkin…. Aku dibilang ingin emosi…. Mungkin. Aku kencangkan bunyi setir motorku sebagai ekspresi kesalku melihat kenyataan ini. Nguung….Nguuunngggg……… mengiringi noda hatiku yang sengaja kuluapkan di perjalanan pulang. Mengapa harus berkahir seperti ini? Apakah akunya yang kurang intensif mendekati dia, atau memang secara jarak Ani dan Bayu sudah saling dekat dan hal terburuk yang gak ingin aku lihat, ketika mereka beneran jadian dihadapan mataku. Aku merasa, mereka berdua sudah saling klop, dan siap jadian. Cukup sudah, aku gak mau melihat mereka berdua jalan bersama lagi.

Aku menyadari, tiba-tiba prioritas aku datang kesini telah berubah. Galau kembali melandaku. Seharusnya waktuku bersamanya bisa lebih lama namun kenyataannya ia lebih senang dan bahagia bila jalan bersama yang lain. Tapi kendati demikian, aku harus bisa merelakan kalau-kalau apa yang kuduga sebelumnya menjadi kenyataan. Perjuangan aku mengendarai motor dari Depok-Serang setidaknya gak memberi usaha yang sia-sia. Minimal bisa mengenal dia aku sudah senang sekali.

Janganlah menganggap sesuatu perjuangan menjadi sia-sia. Ambillah sisi positif dari perjuanganmu karena sesungguhnya tidak ada yang sia-sia dalam sebuah perjuangan. Quote itulah yang sedikit demi sedikit mulai aku terima oleh Indra saat perjalanan pulang dari Serang menuju Jakarta keesokan harinya. Aku mungkin belum mendapatkan hatinya, tapi siapa yang tahu nanti… apakah aku atau dia… yang dipilihnya.

To Ani  :   Makasih ya udah mau berkenalan denganku. Senang banget aku bisa mengenalmu. Aku akan memohon kepada Tuhan, untuk memberikan petunjuk-Nya. Jika kita dipertemukan untuk bersatu, maka persatukan kami ya Tuhan… :’)

18 komentar:

  1. kalo naik motor tiba2 tertidur bisa kecelakaan mas...

    TiTi DiJe (hati-hati di jalan)
    :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahay ... Maklumlah risiko sang petuang, Haha :D

      Hapus
  2. wahaa, padet bener ye bro ..
    btw, itu co cweet bener dah, kisahnya .. heheh
    btw, salam kenal nih ..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mereka berdua udah jadian tanpa sepengetahuanku,,
      Dan lagi, mereka jadian pas saat malam itu aku ke kota itu...

      Salam sahabat blogger juga bung :)

      Hapus
  3. kunjungan pertama ini #masihjalan2 :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sudah ko. Postingan sebelumnya juga Annesya sudah pernah comment :)

      Trim's for d' Attention ^^

      Hapus
    2. hooo iyakah... #nenekpikun

      Hapus
    3. Hahaha....
      Salam kenal Annesya yang saya banggakan.... ^^

      Semoga kita jadi teman :D

      Hapus
  4. yaaa.. udah jauh2 tapi koq malah ga enak suasananya, kalo gitu mendingan coklatnya dikirim via tiki aja hehe.. sabar ya *pukpuk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ya .. mendingan buat NF aja ...
      Hehehehe
      Hiks..Hiks ..... memang harus terima kenyataan bahwa ternyata mereka sudah jadian,,

      ^ ^

      Hapus
  5. jangan menyerah sebelum janur kuning melengkung mas...salam kenal :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. tapi janurnya keburu menguning mas.. haha


      Salam kenal juga ^^

      Hapus
  6. ikut mendoakan, jika memang jodoh semoga disegerakan, tapi bila bukan jodoh, semoga masing-masing diberikan keikhalasan. Dan bukan jodoh bukan berarti tak lagi berteman.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin Amin ...
      Terimakasih ya Abi Sabila ^^

      Salam Kenal

      Hapus
  7. setuju sekali dengan om kris..!

    lanjutkan bro.. sebelum dia masuk ke KUD eh ke KUA.. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah KUA ??
      Udah tahap tingkat tinggi tuh yah KUA..... Wahahaha.....

      Salam Affanibnu

      Hapus
  8. ah, mas galau bela-belain ke rumahnya si doi, eh pulang-pulangnya teteeeeep galau

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah coba tebak,,
      Sepertinya saya memang harus dinobatkan sebagai 'raja galau' kali yak??
      Hahaha

      Salam Ocha Rhoshandha

      Hapus