Menatap Kekecewaan Tim Indonesia pada Babak Awal 'Ayo Indonesia Bisa!!!!'

22.14.00 A. Y. Indrayana 10 Comments


Alhamdulillah.... Akhirnya jari-jari ini bisa kembali mengetikkan beberapa kalimat demi kalimat di keyboard ini. Setelah lagi-lagi harus 'mencampakkan' blog ini oleh karena pekerjaan di sana-sini, saya kembali untuk sahabat blogger yang ingin share-share pengalaman dan ilmunya di dunia perblogan. Hehehe :D. Yap, inspirasi memang harus tetap berjalan dikarenakan tuntutan pembaca yang pastinya akan semakin banyak. Betul tidak kawan?

Inspirasi aku kali ini datang dari dua orang kerabat saya yang kini ikut andil dalam ajang mengharumkan nama bangsa. Wah siapakah itu? Apakah para pemain bola? Atau para kontestan ilmu science di luar negeri? (hehehe *ngarep:p). Ooh bukan bukan... Ini cerita tentang dua atlit perwakilan timnas Indonesia yang berjuang dalam ajang Djarum Indonesia Open 2012 yang digelar di Istora Senayan beberapa waktu lalu. Mereka berdua adalah Riestya Nugraheny dan Febriani Endar Kusumawati, yang tampil pada menit-menit akhir pertandingan pada hari Rabu, 13 Juni 2012 lalu. Namun sayang, perjuangan 'duo pair' pada akhir malam itu kurang memberikan sumbangsih hasil yang memuaskan.

Tapi sebelum kita beranjak lebih jauh ke wawancara duo pair itu saya ingin berbagi kesenangan terlebih dahulu ni buat sahabat blogger semua. Perjalanan bermula dari kediaman saya di daerah Pesanggrahan, Jakarta Barat bersama kedua teman dekat saya, Indra dan Bayu yang rela datang jauh-jauh dari Serang, Banten ke Jakarta. Sebenarnya kondisi aku saat itu sedang capek-capeknya, karena aku juga baru pulang dari Rawamangun, Jakarta Timur, sorenya. Jadi aku disuruh pulang kerumah dan langsung bergegas kembali jalan ke Istora untuk liputan. Ya aku harus melakukan ini karena memang mau liputan agar diserahkan sama pemred saya di Persma Orientasi UMB. Tanggungjawab itu penting *halah :p

Rasa capek badan tidak jadi penghalang semangat kami untuk menyaksikan sekaligus liputan ringan mengenai acara Djarum Indonesia Open itu. Selepas sholat maghrib kami bertiga menaiki bis kota, menuju Blok M dan kemudian disambung naik Busway Transjakarta. Behhh.... Macet gila sepanjang Sudirman. Ditambah, bis kota yang saat itu sedang sesak-sesaknya. Haduuhhh.... Betapa kejamnya Jakarta.

Nah dari sinilah kesenangan bermula. Di awal kami masuk melalui pintu utama tiba-tiba kami disuguhkan para SPG-SPG cantik mengajak kami untuk mendukung Indonesia melalui kata-kata di Facebook kami (Ehemm... Ehemm... SPG :D). aku melontarkan kalimat semangat untuk Indonesia pada gambar berikut ini :


(screenshot)





Setelah selesai kami disambangi para SPG-SPG itu (dengan wajah riang gembira), kami mulai memasuki arena Press Media (dalam bahasa festival sering disebut Media Center) sebelum akhirnya ditolak sama mbak yang berjaga disana. Alasannya, karena nama-nama kami nggak terdaftar di daftar wartawan itu. Hik Hik... Hik...

Eitss.. belum berhanti. Reporting must go on. Kami memutuskan untuk menonton langsung pertandingan dengan merogoh kocek sekitar Rp. 30.000 per orang. Gak apa-apa lah. Semakin esok hari semakin mahal, katanya.

Suasana memanas saat pertandingan sengit antara Timnas Indonesia melawan Timnas Thailand di awal kami masuk arena tontonan. Semua supporter disana begitu keras dan lantang berteriak 'IN-DO-NE-SIA' !!!! Dung dung dung dung dung.... Riuh penonton disana seakan memprovokasi kami untuk ikut berteriak mendukung Indonesia. Setiap pukulan dan smash dari tim kita menjadi pemicu semangat kami untuk terus berteriak, berteriak, dan berteriak. Samapi-sampai aku mulai kehabisan suara saat pertandingan berakhir dan mulai pergantian pertandingan baru.

Nah kita kembali kepada kisah duo pair dari atletikal Indonesia yang aku sebutkan di awal tadi. Sayangnya, atlit yang datang dari Sleman, Yogyakarta dan dari Solo, Jawa Tengah itu kurang maksimal dalam memperoleh angka saat bertanding melawan pemain-pemain senior dari China. Ketika kami coba ke belakang ruangan dan inisiatif bertemu dengan keduanya untuk wawancara, kami coba mencari tahu informasi mengenai jalannya pertandingan ini dan seputar permainan mereka.

Gimana perasaannya setelah mengikuti acara yang bergengsi ini? Apakah ini kali pertama kalian ikut kompetisi seperti ini?
Tya : Ya senang banget mas. Ini sebuah pengalaman kami yang sangat berharga. Terang saja ini baru sekali sudah dihadapkan sama pemain-pemain yang sudah berpengalaman. Jadi ya... ini bisa jadi pengalaman kami banget untuk lebih baik lagi kedepannya.

Apa sih yang menjadi keistimewaan saat kalian mengikuti kompetisi ini?
Any : Ya... bisa dikatakan dari poinnya, berikut pengalamannya. Ini benar-benar menjadi kebangaan tersendiri bagi kami semuanya.

Awal mula kalian bisa mengikuti kompetisi ini dari apa sih?
Any : Haha. Sebenarnya sih dari kerabat kami. Kami juga sering menyambangi teman-teman kami. Nah kebetulan dari klub sendiri kita bisa tahu bagaimana kualifikasi mereka, apa yang sedang mereka ikuti... Jadi kita bisa dibawa ke sini.

Bagaimana sih kalian menilai kekuatan lawan saat pertandingan tadi?
Tya : Yang kami harus akui adalah mereka lebih istimewa dan paling dibanggakan, karena sudah pernah merambah tingkat satu dunia... Jadi ya... buat kami itu bukan masalah lah.

Adakah kesulitan tersendiri dalam menghadapi lawan saat pertandingan tadi?
Tya : Hanya bisa berkata, TANGGUH.... Hahaha. Kuat banget lah yang pasti. Mungkin faktor mental kami yang kerapkali 'fluktuatif', dan kita juga masih kalah permainan,  dan pengalaman pastinya. Kita ini kan masih belum terlalu menguasai luar negeri juga, nah kan mereka udah kelas satu dunia. Jadi ya... begitulah. Hehehe

Adakah harapan untuk kalian bisa menyambangi kompetisi yang lebih tinggi lagi?
Tya : Ya pastinya ada. Cuman kita harus terus lebih berusaha aja. Makasih ya atas dukungannya...



(screenshot)

Tya (kiri), Any (kanan)

Ya mungkin tidak hari ini mereka bisa berkontribusi lebih jauh lagi untuk kemenangan kita. Tetapi yang perlu diambil hikmah dari dan bagi seluruh umat manusia khsusunya atlit-atlit kita, perbanyaklah pengalamanmu. Karena pengalaman pasti akan menjadikan kita pribadi yang lebih baik lagi kedepan. Betul bukan sahabat blogger?

Tetap dukung atlit kita Indonesia melangkah maju ke kemenangan tertinggi dan harumkanlah nama bangsa Indonesia. Indonesia Bisa!!! Indones-Yeah !!!!!


*To Tya dan Any : Tetap semangat yah. Jangan pantang menyerah. Masih banyak kesempatan lain yang bisa jadi pengalamanmu kedepan. Kami, warga Indonesia akan terus selalu mendukungmu :)

10 komentar:

  1. Go Indonesia...
    jangan ngalah gtu aja....
    mo lawannya pernah tingkat 1 dunia kek tingkat 2 rumah kek..,,yang penting bsa maen dng maksimal n tunjukin klo INDONESIA BISA!

    BalasHapus
  2. Yup, harus itu..
    Indonesia Bisa !!!!

    Salam. ^^

    BalasHapus
  3. indonesia pasti bisa..!

    bisa juara..!
    bisa tanpa KKN!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup, jadilah juara atlit bukan juara KKN...
      Hehehe

      Salam ^ ^

      Hapus
  4. semoga bisa juara hari ini indonesia :D

    BalasHapus
  5. tapi saya tetap bangga dg idonesia..

    simon sudah menang kok...

    BalasHapus
  6. Oalaaahhh... baru nemu siapa itu Simon, hehehe... maklum, saya jarang nonton tv, suka kaciwa dengan program2 ga jelasnya :D
    Ternyata oh ternyata, Simon itu salah satu pejuang Indonesia di lapangan badminton. Saya ketinggalan banget yak? Jadi malu :D

    BalasHapus
  7. Tak perlu malu, Rumah Blog Indonesia :)
    Bangga dengan Indonesia, pasti selalu jadi tujuan kita ....


    Salam Sahabat Blogger ^ ^

    BalasHapus