Konflik Hidup

11.26.00 A. Y. Indrayana 8 Comments


Belum selesai masalah satu, kini muncullah masalah baru. Aku yang sedari tadi menunggu di depan layar monitor komputerku, berharap masalah bisa ‘clear’ malam ini juga, namun tidak terpenuhi. Ancaman demi ancaman terus terngiang di telingaku. Parahnya lagi, akan ada dugaan penganiayaan oleh segelintir pihak yang tidak menyukai akan keberadaanku di salah satu tempat yang paling ku cintai, Taman Ceria Negeriku. Pertanda apakah ini? Apakah maksud dari kejadian yang kini menimpaku belakangan ini?

Rasanya aku ingin berbagi rasa suka dan duka kepada sahabat blogger semua. Disini, aku ingin curhat mengenai keluh kesah seorang penulis Wadah Bebas Jurnalismeku, yaitu saya sendiri, hehehe *menyempatkan-diri-untuk-tertawa*. Aku bingung… aku galau… seakan tak berkutik dan menjadi ‘speechless’ ingin berkata apa. Mungkin ini cobaan fase peralihan yang Tuhan tujukan untukku disaat ku tengah dilanda masalah pula, yakni masalah hati.

Seperti biasa, sebelumnya ‘intermezzo-an’ dulu yah. Hehehehe…. Bila kita bicara tentang konflik hidup, tentu hidup pasti selalu mengundang konflik bagi setiap insan manusia yang menjalankannya. Tak contohi yoo, misalnya dalam mega sinetron Putih Abu-Abu, mega sinetron Badil dan Blangkon Ajaib, lalu mega sinetron Tukang Bubur Naik Haji. Hmm… apakah yang ada di benak sahabat blogger semua? Tentu saja konflik antara Nina dan kawan-kawan Blink oleh Angel Malaika dan Lollipop yang kerap berkata kamseupay ieuuh itu, Badil serta Sakura yang berkonflik oleh Derby Nino Olin, dan konflik antara Bang Hj. Sulam dengan tetangga saingannya itu. Lah ini kenapa jadi ngebahas sinetron yak?? Hahahaha:D

Coba kita telaah warna cerita salah satu dari ketiga sinetron terpilih yang sangat kusukai itu, misalkan di mega sinetron Badil dan Blangkon Ajaib aja… sebenarnya apa sih yang membuat Badil, Sakura dkk berkonflik dengan Derby, Nino dan Olin? Ternyata eh ternyata, mereka berakting konflik oleh karena faktor ketidaksukaan alias dengki. Woow… kalau udah bicara kedengkian tampaknya radak kasar nih. Tapi tenang aja, itukan hanya drama. Nah, kalau apa yang sedang terjadi padaku, ini bukanlah mega sinetron. Hahaha…….

Haduuh… jika kita bicarakan sinetron disini bisa jadi cas-cis-cus-gajells. Ahahaha. Nah itu hanya perumpamaan dengan apa yang sedang ku alami saat ini. Masalah yang sedang aku hadapi saat ini kemudian akan aku sebut “Trouble is a Life” atau Konflik Hidup.

Episode yang lalu (postingan sebelum ini), aku meneruskan postingan sekuel yang berjudul Kisahku Dengannya (part 2), dengan bahasan masalah mengenai perjuangan aku sampai ke negeri Serang, Banten yang tak terbalas sedikitpun olehnya. Diakui kerabat aku, bahwa ia telah melangsungkan jadian dengan sahabatku sendiri, Ani – Bayu.

Betul banget. Setelah mendapat kabar itu rasanya dalam hati, eerrrggghhhh………. Esmos berlebos bangos dah….!!! Hahaha (baca : emosi berlebih banget dah) :p . Mereka berdua jadian saat kedatanganku ke kota itu dengan maksud dan tujuan ingin pendekatan sama Ani. Hmph, tapi ya sudahlah, kalau kata krisnanto (Om Kris) dalam commentnya di Kisahku Dengannya (part 2) terus perjuangkan selama janur kuning belum melengkung. Iya juga sih, tapi kalau udah kayak begini kasusnya sepertinya radak susah deh buat memikirkan itu.

Lewat dari intermezzo, masalah datang saat aku menyampaikan pesan singkat ucapan selamat atas jadiannya dengan Ani kepada Bayu. Tetapi dia (Bayu) malah marah-marah sama penulis dengan tuduhan salah bicara mengenai si Ani. Lah, gw salah apaa??? Wong ngasih ucapan selamat, ko aku sing disalahke?? Sejak saat itulah masalah pertama yang muncul kepadaku karena perkataannya membuat kami terancam putus persahabatan. Maklumlah, kami sudah bersahabat sejak 2 tahun silam.

Belum selesai memikirkan masalah itu kini datang masalah baru yang cukup kompleks yang ditujukan kepada  aku. Beberapa minggu ini sebenarnya diantara kami, tim Taman Ceria Negeriku dengan tim seberang yang  aku tidak bisa sebutkan namanya itu kerapkali beradu argumentasi. Yap, kita semua saling berargumen dan pokoknya sudah sangat tidak sejalan dengan visi dan misi kita. Kenapa aku katakan tidak sejalan lagi karena tim yang berkonflik dengan aku ini dahulu sempat bersatu bersama tim kami dan menuangkan ide bersama-sama. Sekarang, plus… jadi ajang kubu-kubuan. Ckckckck….

Dan akibat dari cekcok diantara kami itu, kami jadi berpisah dengan tim seberang dan kerapkali memajangkan wajah benci kepada kami. Padahal aku maupun teman-teman aku yang lain tidak pernah yang namanya menjatuhkan nama mereka. Menurut aku sih, mereka saja yang terlalu tempramen. Cuman kalau kali ini, tempramennya tidak bisa ditolerin lagi, atau ‘tempramen distolerin’. Keterlaluan…

Mengapa aku katakan demikian (tempramen distolerin)? Untuk sabahat blogger ketahui, aku tidak pernah menuliskan status kontroversial yang terindikasikan menyinggung perasaan tim terkonflik. Tetapi, salah satu dari anggota tim terkonflik (sebut saja Iman), tiba-tiba comment berkata akan mengancam kami semua tim Taman Ceria Negeriku untuk beradu debat dalam hal siapa yang salah dan siapa yang benar. Kata-katanya kasar, dan gak ngenakin banget. Aku yang melihat statusku dicomment dengan kata-kata yang tak pantas itu langsung ku balas dengan menyindir dia balik. Tapi tahukah apa yang terjadi sahabat blogger? Ia mengajak aku berbicara empat mata dan secara pribadi ingin menyelesaikan kasus ini. Hrrr…. Sereemmm…….

Serem?? Jika ada sahabat blogger yang bertanya-tanya kenapa serem dan bukannya senang masalah akan clear? Ia dikenal sebagai manusia yang tempramentalnya gak tahu aturan. Di Fb, asal comment/status nyablak sesukanya dia. Terus, dia gak suka dikatain (padahal dia sendiri suka ngatain orang). Dan, yang paling dan harus dihindari adalah, adanya indikasi akan bermain kasar dan fisik saat pertemuan kami di hari sabtu mendatang. Aaaaahhhh……… pengen kabooorrrr rasanyaaaa……

Kendati demikian, memang tidak dapat dipungkiri bahwa konflik dalam hidup itu pasti akan selalu ada. Semakin dewasa kita, angin kencang pasti semakin berhembus kepada kita. Betul bukan? Oh iya jika ada sahabat blogger yang memiliki konflik hidup yang ingin di-share banyak disini, dimohon tidak usah malu-malu yah :D. Kita disini berbagi curhatan , sebagai sesama insan blogger yang mulia. Hehehehe….

Sembari menulis tulisan ini, aku terus berharap banyak agar sabtu esok tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Mulai dari perkataan yang tak layak hingga berujung pada penganiayaan. Aminn. Baiklah, kabar selanjutnya akan aku kemas di postingan setelah ini yah. Quote dari Mario Teguh  :  Hidup tanpa masalah, tidak akan menjadikan hidup kita berkualitas. Selesaikanlah masalahmu dan kau akan jadi pribadi yang mengerti akan pertentangan individu satu sama lain. Jadi, konflik itu pasti ada, untuk jadi pelajaran bagi kita. Bukankah pengalaman adalah guru kita yang paling terbaik??


PS : Final Piala Eropa ‘Endless Summer’, Spanyol tekuk Italia 4 – 0 !!!! Woow…. Diantaranya adalah gol ketiga oleh Fernando Torres di menit ke 84. Congrats for Spain… Yang dukung Spanyol pasti sudah merasakan euphorianya yah…. Hehehehe  ^^

8 komentar:

  1. aku ndukung spanyoooooooooooooooool

    aku juga pernah ada di pihakmu. Aku yang deket sama si dia, eh malah sahabatku jadian. Hah, siapa yang nggak nggondok. Sekitar 2 bulan aku mencoba menjauh, kalo menyapa ya sekedar senyum gak ikhlas dan ujung-ujungnya aku bisa mengikhlaskan. Dan nggak berapa lama kemudian, mereka putus, tepat dengan dugaanku. Kalo begini ceritanya, aku nggak galau kan???

    semoga nggak ada memar-memar ya di hari sabtu? kalo ada memar-memar, langsung aja pergi ke rumah sakit jiwa...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup betul .....
      Artinya memang Ocha Rhoshandha sudah memprediksikan bahwa ia bukan yang terbaik bagi sahabatmu......

      Masalah hari sabtu, mbak Ocha bolehlah menyumbang sedikit uangnya untuk biaya rumah sakitku kalau memang terjadi hal yang tidak diinginkan yaa..
      Haha *kidding :D

      Hapus
  2. tuhan bekerja dengan cara yang misterius.. kita memintak kekuatan, Tuhan memberi kita kesulitan untuk kita hadapi, yang bisa membuat kita semakin tabah.. kita meminta kebijaksanaan, dan Tuhan memberikan kita masalah2 yg harus kita pecahkan, agar kita bisa belajar..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali Cartenz Pyramid ...
      Masalah bertujuan untuk kita belajar, agar kita semain kuat kedepannya,,

      Thank's for the Mottivation :)

      Hapus
  3. ini kenapa isi posting sama penutupnya bisa mlenceng jauh gini hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh yah ......
      Annesya dukung spanyol apa italii.... ?
      Hihihi

      Hapus
  4. wahaha, postingan galau nih ye sob
    awalan sama endingnya ngacir abis
    hahaha
    tapi bagus si :D
    Kalo konflik, dan masalah itu memang harus ada ya, agar kita bisa menjai lebih baik .. eaa

    BalasHapus
  5. waduh biar telat tapi gpp lah...
    saya dari awal ampe akhir tetap pada Spanyol dan alhamdulillah menang jadi juara Euro... :D

    BalasHapus