Journey to the Sangiran site …

04.00.00 A. Y. Indrayana 71 Comments

Assalammu’alaikum … Samparsun Rampes … (adaptasi lagi salam dari kang Cilembu Thea. Hehe). Gimana kabarnya sahabat blogger semua… Pembuka Oktober pasti juga jadi pembuka semangat baru bagi sobat blogger dalam menjalani aktivitasnya. Iya kan? Nah untuk posting kali ini, ada baiknya kalau kita jalan-jalan sejenak ke sebuah lokasi museum yang berada di pertengahan ujung timur Jawa Tengah ini. Yap, tempat ini dinamakan Museum Situs Purbakala Sangiran. Penasaran ada apa aja didalamnya? Yuk kita jalan-jalan bersama …

Setelah sebelumnya menemukan dua sobat blogger yang aku kunjungi beberapa waktu tadi, membuat aku jadi terinspirasi untuk menulis postingan sejenis laporan reportase. Tak ingin kalah dari kang Zachronisampurno, sahabat blogger yang sekarang merangkap posisi sebagai seorang wartawan. Dan, mengikuti posting demi posting dari si Gia Sitti Ghaliyah, yang ingin sekali pergi ke museum-museum, menarik minat aku untuk memposting tulisan spesial edisi jalan-jalan untuk kali ini.


Sebenarnya kunjungan aku ke museum ini sudah dari satu tahun yang lalu, tepatnya saat keluarga besar aku tengah mudik, dan menyelesaikan rangkaian agenda wajib yang dicanangkan keluarga aku selama aku berada di kampung tercinta, di Solo, Jawa Tengah. Tapi gak apa-apa yah kalau aku posting sekarang.... ^ ^

Perjalanan ‘start’ bermula dari kediaman keluargaku di Kampung Nirbitan, Tipes, Solo, Jawa Tengah pada pukul 08.00 pagi. Bersama satu rombongan menaiki bus mini berangkatlah kami ke tempat tujuan. Lokasinya pun bisa dikatakan lumayan jauh, bisa memakan waktu hingga dua jam lamanya. Tak ada yang dapat dilihat, selain rerumputan sawah, para ilalang, dan rumah-rumah ala gubuk dalam jarak yang ada hingga hitungan 100 meter satu sama lain.

Sampai di Sangiran, situs yang berlokasi di Kabupaten Sragen dan sebagian terletak di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah itu, kami disambut sapa oleh sebuah batu besar hitam berada tak jauh di depan aku. Ini fotonya …



Okee. Mari kita masuk ke dalam sekarang. Dengan biaya seribu rupiah kita sudah bisa melihat situs yang isinya, benda-benda peninggalan masa kuno pada zaman manusia purba. Woow… Kita akan menemukan temuan sisa-sisa kehidupan masa lampau yang sangat menarik untuk dicermati dan dipelajari.

Salah satunya ini. Homo Erectus. Hal yang sangat menarik adalah berdasarkan penelitian bahwa manusia purba jenis Homo Erectus yang ditemukan di wilayah Sangiran sekitar lebih dari 100 individu yang mengalami masa evolusi tidak kurang dari 1 juta tahun. Dan ternyata jumlah ini mewakili 65% dari seluruh fosil manusia purba yang ditemukan di Indonesia dan merupakan 50% dari jumlah fosil sejenis yang ditemukan di dunia.(Widianto,et.al.,1996). Namun tidak hanya itu, kandungan batu yang pernah digunakan oleh manusia purba itu pun sangat banyak, sehingga kita bisa secara jelas mengetahui ataupun mengungkap kehidupan manusia purba beserta budaya yang berkembang saat itu.

manusia purba sangiran


ALAT-ALAT HOMO ERECTUS ....

Koenigswald, pertama kali menemukan alat-alat batu Sangiran di Perbukitan Ngebung. Namun alat-alat batu ini sulit ditentukan usianya karena merupakan temuan permukaan, sehingga hilanglah sudah konteks sebenarnya. Pada tahun 1990 diadakan penggalian secara sistematis di Ngebung untuk mengetahui usia pasti kebudayaan Homo Erectus di Sangiran. Ekskavasi ini menghasilkan temuan spektakuler berupa sisa manusia, sisa fauna, dan artefak batu secara in-situ, yang memiliki suatu kesamaan dengan temuan Koenigswald. Semua temuan ini berada pada lapisan fluviovolkanik anggota Formasi Kabuh yang berusia sekitar 700.000 tahun yang lalu. Huuu….woow. Penggalian di Dayu menyingkap temuan alat-alat batu pada lapisan grenzbank berusia tidak kurang dari 800.000 tahun yang lalu. Setelah dilakukan penggalian yang lebih dalam lagi, pada lapisan lempung hitam Formasi Pucangan yang berusia 1,2 juta tahun yang lalu ditemukan konsentrasi alat-alat serpih dalam jumlah yang banyak.




itulah himpunan alat-alat Homo Erectus paling tua di Indonesia




FAUNA PURBA KALA PLESTOSEN

Selain potensi akan kandungan fosil manusia dan artefaknya, di Sangiran juga sangat banyak menyimpan fosil-fosil fauna. Fosil-fosil ini berada pada seluruh tingkatan stratigrafi tanah Sangiran sehingga cukup berbeda dengan fosil-fosil manusia dan alat-alatnya yang ditemukan pada lapisan tanah tertentu. Eksistensinya dapat ditemukan kembali pada tingkatan stratigrafi dari Formasi, Kalibeng, Pucangan, grenzbank, kabuh, dan Notopuro.

Crocodilus (Buaya)

Gavialus Bengawanensis (Buaya Sungai)



gading gajah

kepala kerbau purba




Sayang saja foto-foto yang lainnya telah hilang oleh karena proses installasi Windows beberapa waktu silam. Hmm....

Demikianlah cerita pelesiran ala Indrayana. Muga kiranya dapat menjadi inspirasi jalan-jalan buat sobat blogger semua ... ^ ^


Ingin lain waktu ke sana lagi ... rasanya  ^ ^

71 komentar:

  1. ciee eksyennya Indra cieee... ga kuku...

    aku juga pernah ke sana waktu SMA tapi ga sempet eksyen kaya kamu, dulu blm ngetren kamera hp ato camdig soalnya hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahay ...
      Iya juga yah. Zaman kita SMA dulu (karena kita seusia), memang belum punya kamera secanggih sekarang.

      Bentar. itu maksudnya 'gak kaku' atau 'gak kuku' ?? Hehe

      Hapus
    2. maksudnya "nggak kuaaattt", gitu maksudnya @annesya.. hehe

      Hapus
    3. ow ow owww .... begitukah maksudnya Devania Annesya? Hehe

      Hapus
    4. jadi kalaw nda kuat, saya harus bilang WOW gituh ?

      Hapus
    5. kang asep mau bilang WOW ... ?? Ciyuusss .... Miapah ??? hehe

      Hapus
    6. terus??? masalah buat gueh??? haha

      ternyata kamu tua juga ya ndra, seusia katamu. hahaha

      Hapus
    7. ya ampuunnn .... aku di bilang tua sama annesya -,-

      Hapus
  2. kalo udah ke Sangiran, udah juga dong pasti ke Candi Sukuh dan Gunung Kemukus?

    Hebat banget ya para ilmuwan tu, begitu ngeliat fosil, mereka tau apa budayanya, apa makanannya, apa senjatanya, etc. hebat.

    jarang lho negara yang ada situs begini. semoga situs yang seperti ini bakalan terjaga buat basis pengetahuan anak cucu nanti.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sebenernya belum kang ...
      tapi kalau sempat, ingin lebih eksplor lagi sampai kesitu-situ, cuman saat itu keluarga belum menghendaki..

      iya. situs yang seperti ini sangat tidak boleh dilewatkan, dan harus dijaga dengan sebaik-baiknya.

      Karena sumber pengetahuan anak-anak mengenai dunia perfosilan itu salah satunya ya disini ...

      Hapus
    2. kalo mau ke candi sukuh atau gunung kemukus, mana boleh bawa keluarga, hehe..

      Hapus
    3. ooh gitu yah ... *getukgetukkepala

      Hapus
    4. hehe... wah, Mas Indra beneran nggak tau to? ahh, ngarang nih!!

      Hapus
    5. Aku belum tahu dan belum pernah kesana ..
      Karena saat itu aku hanya ikut keluarga. Hehe ... ^ ^

      Hapus
    6. mana enaknya bujangan terikat agenda keluarga. hihi (mode ngajarin yang nggak-ngak ya?)
      lepas doongg!

      Hapus
    7. hahaha ... udah lepas doong kang. kan ada kang zachronisampurno hehehe

      Hapus
  3. wah...
    knpa Mnusia purba nya gk di kasih pkaian ya,,

    bahaiiya itu...bisa2 akan Mnimbulkan perbuatan yg tdk diingin kan lagi ..

    Nampak anu ya sih sobat.
    hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aaaaaa ..... fokuslah ke nilai sejarahnya, jangan ke nilai anunya sobaattt ....

      hehe :D

      Hapus
  4. Jaman saya masih bersekolah dahulu sudah sering dengar nama Museum Sangiran ini, juga dari buku buku wajid di sekolah. Wah sejenak dibawa ke agenda masa sekolah saya waktu di SD-SMP dahulu ya. Hmmmmm . Kenangan nan Indah.

    Saya kaget juga dengan foto foto di Museum. Biasanya sih para pengunjung Museum tidak diperkenankan memfoto koleksi museum dengan menggunakan Flash (Lampu Kilat) karena konon bisa merusak bahan koleksi Museum yang berakibat bisa merusak dan berumur pendek. Apakah boleh foto di sana ya? Penasaran sih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah dulu kang Asep juga pernah kesana yaa ...
      Aku baru tahun kemarin. Hehe ...

      Iya diawal sempat bimbang saya apa boleh foto=foto didalam... Tetapi aku melihat pengunjung yang lain foto-foto aja, dan buanyakkk kang.
      Ternyata memang boleh kang, dan aku manfaatkan aja ketiadaan peraturan itu.

      Penting untuk jadi kenangan dirumah, soalnya ....

      Hapus
  5. masuknya cuma seribu perak? murah banget! Moga2 harga tiket segitu engga menurunkan kualitas perawatan dan pelayanan ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyah. tetapi insyaallah akan selalu terjaga, karena (mungkin) perawatan dsb berasal dari APBD kabupaten Sragennya mbak...

      Hapus
    2. @popi : setuju banged mba. Mudah mudahan tidak mengurangi kualitas pelayanan dan perawatannya. Karena pasti butuh dana besar buat perasatannya ya. Eh saya usul biar rame tiket masuknya dijadikan door prize aja hadiahnya ape kek. Yang penting seru, Dijamin pasti banjir pengunjung hiieiheheiheiheiee

      Hapus
    3. wah usul yang bagus ...
      kang Simply Asep bisa jadi pionir dalam usulan ini nih kayaknya. Hiieiheheiheiheiee :D

      Hapus
    4. Kang Asep mau jadi sponsor hadiah tuh! hadiahnya apa Kang?? motor bebek? OK

      Hapus
    5. Bebeknya aja yang ada hiehiheiheiheiheiee

      Hapus
    6. kang asep mau kasih hadiah ... ?
      Ciyuusss ... Miapah ?? Jadi hadiahnya bebek apa motor nih ...
      Haha

      Hapus
  6. . . wachhhhhhhhhhhhhhh,, kayaknya yg di atas itu foto ma sodara kembar ya?!? he..86x . .

    BalasHapus
    Balasan
    1. hadooooccchhh ..... huhh . . .

      Hapus
    2. gak papa . . . ini kayaknya ada serangan migrain dah. haha .. 86x . .

      Hapus
  7. membaca dan ngeliat perjalanan di sangiran, serasa gue seperti ikutan langsung kawan! mantap

    BalasHapus
    Balasan
    1. Asiik ... Serasa beneran yah. Hehe ... Trim's sobat :)

      Hapus
    2. Bener banged. Serasa saya sendiri "hadir" dalam Museum tersebut melalui gambar gambar yang ditampilkan dengan sempurna sama A.Y. Indrayana. Asyik juga hadir secara virtual di Museum ini. Hiheiheiheiheieiee

      Hapus
    3. Terimakasih kakanda Asep Haryono yang selalu setia mampir kemari ... Hehehehe .....

      Hapus
  8. yaampun masih ada yang mau kesana juga ya ternyata -___- dari jama esde sampe sekarang isinya patung doang >,<

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang mau diisi apaan lagi mbak Nima? Hehehe :D

      Hapus
    2. Eh tapi gambar manusia purba sangiran nda saru ya. HIheiheiheieei. Tampak seperti "naked" atau "nude" saya liyad ihiweiheiheheieie.

      Hapus
  9. widih murah bener ye ..
    Mudah"an bisa dipertahankan dan peminatnya juga makin banyak,
    waktu kecil si ane ga terlalu suka ke tempat kaya museum gitu, tapi padahal emang menarik ..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kang ...
      Kita jadi tahu banyak benda bersejarah ...

      Hapus
  10. waalaikumsalam,
    saya selalu ingin ke sangiran, tapi belum sempat :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. jikalau sempat, marilah kesana. Hehehe ...

      Hapus
  11. mau liat wajah nenek moyang sampeyan ya mas, hehe

    sangiran memang terkenal sbg salah satu wilahay penemuan fosil manusia purba mas, jadi inget2 pelajaran sejarah saat sma

    salam kenal buat mas indrayana

    BalasHapus
    Balasan
    1. nenek moyang gundhulmu ... :D

      yap salam kenal juga ...

      Hapus
    2. hahaha ternyata Gundul juga punya nenek moyang

      Hapus
  12. iiih ada yg telanjaaang... *tutup mata :D

    BalasHapus
  13. aku belum pernah kesana,ke museum aja baru 2x sampai saat ini soalnya museum di indonesia jujur aja kurang menarik & lbh terlihat seram dibanding menarin

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaa, tapi cobalah ke museum-museum terdekat supaya pengetahuan lebih luas kan ...

      Hapus
    2. Biar menarik sebenarnya ada banyak Cara yang bisa dilakukan oleh Museum. Bisa dengan menggelar film dokumenter, seminar atau workshop, mengundang anak anak pelajar ke Museum lalu menggelar bazaar. MaLAH kalaw perlu dilengkapi dengan mushola, resto atau cafe, penjualana sopenir kaya Jurasic park GITu. wah pasti menarik

      Hapus
    3. kalau penjualan souvenir ada juga kang disitu.
      cuamn kalo sampai resto dan cafe, waaahh .... ada sih, cuman kagak nyediain steak ama milkshake tuh kang. hehehehe

      Hapus
    4. Soal STEAK ya. Wah saya ada pengalaman di Bali. Waktu saya liat ada bule makan STEAK dengan Salad dengan lahapnya. Saya ikutan pesen STEAK sama Salad. Padahal rasa STEAK itu tidak gurih, dan mayonessnya terasa pahit. Baru ngeh saya ternyata lidah Indonesia tidak sama dengan Lidah bule. Pahit dan nda gurih bagi saya rasa Steak itu.

      Juga Salad yang ada bawang Bombaynya huaaa bikin perut mual. Hahahah pengalaman ikut ikutan selera Bule memang susah. Enak juga jadi lidah Indonesia yang suka sama spicy food hiheiehie. Hidup Indonesia

      Hapus
    5. Aaaaa ...... SETUJU sangat itu kang.
      Bangga jadi warga negara Indonesia ... dengan rasa lidah yang pas dengan masakan ala kita sendiri.
      Bahkan STEAK ala kita sendiri jadi enak dilidah kita ...

      Hapus
  14. Taun ini bayarnya udah tiga ribu, naik ya berarti...
    Plus ruang pamernya ternyata berubah @.@

    BalasHapus
    Balasan
    1. owalah .... semua uwis berubah toh ... -,-

      Hapus
  15. wah. menarik sekali muziumnya
    Indonesia banyak tempat menarik ya
    sedih belum punya cukup uang mahu ke sana

    momoy diat buaya dahulu nya tidak serupa buaya sekarang ya.
    pendek-pendek gitu

    apapun mesti banyak pengetahuan yang kamu dapat kan.
    ilmu tu ilmu. untung kamu

    BalasHapus
  16. Sangiran Kalau dari tempatku di Purwodadi, jaraknya hanya sekitar beberapa puluh km saja,...

    BalasHapus
  17. wah baru nyadar ada postingan ini deh!
    AYOOO!! katanya mau ikut gia jalan-jalan ke museum-museum.. jadi gaaaakkk??

    BalasHapus
    Balasan
    1. JADIIIIIII GIIIIAAAAAA ...............


      Aku minta nomermu doonngggg ...
      Bolehlah????
      *semangat sekali aku*

      Hapus
    2. okeee 085779514***

      3 angka terakhirnya rahasia yaaa.. hehehe
      Mau tau?? jawab dulu pertanyaan ini:

      Fungsi kerja bagi logam tungten adalah 4,52 eV.
      Berapakah panjang gelombang bagi Tungsten??
      Petunjuk: Gunakan rumus --> panjang gelombang = (h X c): fungsi kerja Tungsten.

      Lalu, Hasilnya nanti ditambah 644.
      Yap! jawabannya adalah 3 nomor terakhir gia..

      Mau cobaaaa??? SEMANGAT! menemukan jawabannya :D

      Hapus
    3. 085779514812


      benarkah ini nomor kamu Gia??????

      Hapus
    4. wah salah banget tuh sepertinya hehehe..
      angkanya yaa harus lebih besar dari 644 dong

      Hapus
    5. Benar???


      ALHAMDULILLAH ......... Terima Kasih yaa Allah ....


      Aku senang sekallliiiiiiiii ....................... ^o^

      Hapus