Memanajemen Waktu …

22.11.00 A. Y. Indrayana 62 Comments

foto : http://koran-jakarta.com

“Kak … kak … kak Indra …… kenapa telat sampai sini kak?”
“In … kenapa elu telat? Kelas udah keisi semua…”
“Sebentar dulu in… Ini ada materi jurnalistik penting banget”
“Sorry yaa In. Gue emang lagi dideadline kerjaan jadi kagak bisa dateng ke Tomang”
“Sorry In … Biasalah gue ada kerjaan”


Kalimat-kalimat itu seakan akrab di telingaku saat menjelang atau berada tepat di hari H setiap hari Sabtu. Pada konversasi yang pertama, itu pertanyaan yang sering diucapkan oleh anak didikku di Taman Ceria Negeriku, sore tadi. Yang kedua, pertanyaan dari rekan pengajar di TCN juga. Yang ketiga, saat aku dicegah keluar dari sekretariat LPM Pers Orientasi Mercu Buana sesaat sebelum TCN memulai aktivitasnya. Nah, dua kalimat terakhir, itu kalimat penolakan karena tidak bisa hadir untuk mengajar anak-anak Tomang, yang biasa mereka ucapkan.

aku dan teman-teman di LPM Orientasi Mercu Buana
Semua pertanyaan itu sebenarnya muncul oleh karena desakan pihak luar yang mengharuskan mereka (termasuk aku) terlambat atau bahkan tidak hadir di TCN ini. Kini setiap sabtu yang penuh dengan kegiatan di luar. Mulai dari kegiatan perkuliahan, pengumpulan anggota baru di LPM Orientasi, hingga jam mengajar di TCN memang sudah tertata rapi dan jam-jamnya sudah tidak bisa diganggu gugat lagi. Dan kebetulan, beberapa hari lalu aku banyak sekali dipanggil interview oleh tiga PT yang diantaranya di sekitaran Cempaka Putih, Jakpus; Pluit, Jakut; dan di Permai Harmoni, Jakpus. Dan saat interview di Harmoni kamis lalu, itupun harus bentur dengan jam kumpul bersama teman-teman untuk bersama-sama menghadiri kondangan kakak senior di daerah Bogor, Jawa Barat. Oleh karena itu, akupun belum sempat BW untuk minggu ini.

di TCN ...
Kita berintermezzo dulu. Aku jadi teringat posting yang dirilis oleh kakanda yang sering banget komen dimari, dan komennya nongol dimana-mana (hehehe *ampun kang* :D), kang Zachronisampurno, dengan tulisan yang berjudul gila kerja. Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) yang berjudul Decent Work Indonesia, jumlah pekerja di Indonesia yang bekerja lebih dari 48 jam per minggu semakin meningkat tiap tahun. Gambaran singkat yang cukup menyeramkan jika ini terus-terusan berulang, karena di setiap minggunya mereka harus berangkat kerja, bermacet-macet, dan berbanting tulang dari pagi hingga malam. Lalu paginya tentu berangkat kerja lagi. Hmm… Lalu adakah mereka memiliki waktu sekunder dan tersier yang mumpuni? Jika selain hari Minggu, berapa jam waktu yang dapat mereka habiskan untuk hal-hal yang lainnya?

saat kumpul bersama kawan-kawan pengajar TCN
Aspek lainnya, yang tidak perlu ditilik jauh-jauh. Teman-teman blogger kita yang dulunya sering banget komentar dan membuat posting, satu demi satu seakan seperti berguguran. Ada yang ingin hiatus karena mau persiapan UN, ada yang menghilang karena pekerjaannya, ada juga yang menghilang tanpa sebab. Gia Sitti Ghaliyah juga terus disibukkan sama kuliah fisikanya. Yasallam …

Kedua aspek tadi adalah berkaitan dengan manajemen waktu. Bagaimanakah si individu itu mengatur waktunya? Bagaimana supaya balance, atau ‘cukup’ adil dalam beberapa hal. Misalnya waktu kerja dan waktu untuk blogging. Gambaran singkatnya, jika waktu kerja paling banter sampai petanghari, mungkin bisalah malamnya sebelum tidur blogwalking dulu atau menulis posting. Atau dalam hal lain, misalnya perhatian kepada orang kedua, pacar, teman karib, dan waktu keluarga setidaknya jangan sampai menyempit atau bahkan hilang total.

Seperti yang terjadi belakangan ini kepadaku. Waktu luang untuk TCN seperti sedikit demi sedikit terkikis oleh karena pekerjaan. Alvin William, salah satu sahabat aku di TCN mengaku kini makin sulit memanajemen waktu bahkan di hari Sabtu. “Sekarang setiap sabtu gue kerja sampai jam tiga, In. Jadi waktu gue buat dateng kesini, jadi sering telat. Maaf yaa Inn …”, demikianlah kata pria yang berdomisili di Bekasi, Jawa Barat itu.
nah kalau yang ini, bersama anak-anakku di TCN ...
Hal senada juga pernah ditorehkan oleh blogger akrab kita Asep Haryono, 12 September lalu, dalam komentar di posting Pasang Gigi Tiruan. “Iya nih maklum lah kesibukan di kantor yang luar biasa yakni mengurus portal website perusahaan dan juga klien.” Demikian jawaban atas pertanyaan (bukan teguran ya kang :D) dariku kepada sahabat karib kita yang tinggal di kota Pontianak, Kalimantan Barat itu. Yaa, aku sih selalu maklum … Pokoknya apapun aktivitas kalian (sahabat blogger) semoga tidak menjadi putus tali silaturahmi sesama blogger oleh karena pekerjaan. Hehe …

(baju kotak : Yakub, baju hitam :Febriansyah)
Kita memang harus memaklumi, jika tuntutan pekerjaan dan serentetan tugas dari pihak pertama adalah sebuah kewajiban yang patut kita selesaikan. Tetapi jika kita merenung sejenak, masih ada hal yang tak kalah penting yang bisa kita lakukan. Jika pekerjaan adalah satu-satunya cara bertahan hidup, maka ingatlah hal yang bisa membangkitkan semangat bekerjamu. Tentunya masing-masing pribadi memiliki caranya sendiri untuk memotivasi dirinya sendiri dalam bekerja. Tetapi motivasi itu pasti tidak akan pernah lepas dari keterlibatan pihak yang lainnya. Misalnya kebersamaan keluarga, kumpul teman, belajar, bahkan kalau bisa berorganisasi selagi masih muda (seperti saya … *huu #lempar panci :D)

Aku sendiri pun berpikir, jika aku nanti diterima kerja di suatu perusahaan (Ammiinnn), apakah aku juga akan menyita kegiatanku yang lain? Berarti aku harus selalu siaga memanajemen waktu.

Karenanya, aturlah waktumu antara pekerjaan dengan hal yang lain, agar dayungan hidupmu teratur dan balance. Jangan terlalu gila kerja kalau kata kang Zachronisampurno. Hehehe … Dan satu lagi. Kesehatan. Jangan lupakan yang namanya istirahat yang cukup. Karena semakin banyak kegiatanmu, semakin harus juga kamu merenggangkan tubuhmu. Kemudian yang juga penting, jangan sampai sakit! Hehe …


Semangat memanajemen waktu ya teman-teman .. ^ ^

62 komentar:

  1. membagi waktu, masalah yang sangat klasik, tapi sangat sulit untuk dipecahkan. mungkin perlu kursus tu ya buat mecahin masalah ini. hehe..

    ahh Mas Indra, kita jalani saja alur yang ada. yang penting ada skala prioritas. yang pertama kita lakukan tentu perbuatan primer dulu. kegiatan ngeblog hanya serpihan keisengan atau hobi sampingan bukan? kalopun lupa dan vakum, yakinlah ini bukan kesalahan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. kang zachroni ... sahabat blogger paling setia kita semua. Hehe ...

      iyah. kitapun memang harus mengakui bahwa pekerjaan bisa jadi menyita apapun yang menjadi sekunderitas. kita jalani saja alur yang sudah digariskan oleh Yang Maha Kuasa.

      kursus? wah kalau ada lembaga yang menyediakan mata pelajaran itu, aku mau ikut. hehehe ....

      Hapus
    2. hihi.. beneran lho di kantor kerap ada kursus yang salah satu materinya kurang lebih menempatkan skala prioritas. cukup filsafati materinya, tapi masuk banget.

      Hapus
    3. di kantor akang ada?
      tapi skala prioritas itu yang menentukan kadangkala ya pekerjaan itu sendiri, berapa lama perbandingan antara waktu kerja dan waktu untuk bersantai ...

      Hapus
    4. biasanya diklatnya ditawarkan dari luar kantor sih..
      ya benar sekali, untyk yang sudah mapan secara psikologi, bukan maslah untuk menentukan prioritas dan membagi waktu. yang penting proporsif dan tidak merugikan, itu sudah cukup.

      Hapus
    5. yap. proporsif dalam membagi waktu bisa juga jadi tantangan tersendiri bagi pekerja kalangan middle-high end ...

      agar hidup bisa terus baha-GIA.
      Looh...
      Hehehehe ....

      Hapus
    6. nah, muncul lagi nih Gia di sini. cerita doong...

      Hapus
    7. Apaan ... ketemu aja belum. Baru sebatas suka aja. Hehehehe .....

      Hapus
    8. kejawab sekarang kenapa dan mengapanya. ini bisa jadi berita gosip terpanas di blog nih, hiahahaha....
      OK deh, go ahead..

      Hapus
    9. buat acara gossip aja kang .. Blogosip *yuk mari*
      huehehehe ....

      Hapus
    10. ini perlu kehadiran hadikurz sama mas rawin!

      Hapus
  2. kalau untuk urusan ngeblog, gue justru agak ribet mengatur waktu. karena begitu ada inspirasi buat ditulis langsung aza buka kompi, takutnya ntar kalo kelupaan ato inspirasi malah hilang hehehhee..!
    gue setuju dg tulisan ini, karena jelas akan ada hal yg diutamakan sehingga waktu perlu diatur sedemikian rupa

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe .. iya kang. SAMA .. !!!
      kalau waktu posting blog emang harus disegerakan. karena kalau ide udah habis ya sudah gak jadi posting deh. Hehehe ....

      Hapus
  3. Memang mengatur waktu tuh susah ya...
    Aku sih kalo gak sempet BW, berarti pergi atao gak lagi banyak tidur, muahahaha...

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya susah memang ...
      lah kalo itu mah alasan yang biasa kali . huahaha ...

      Hapus
  4. bener2 butuh manajemen waktu yg extra disi[lin tuh, lha kegiatannya full of week. KAlau diriku, gak hanya manajemen waktu tapi juga stamina pastinya..hehehee..

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah, itu yang cukup berbahaya mbak Ririe ... sebetulnya. Karena kalo udah nyangkut tentang stamina, pasti kerjaannya berat. hehehehe .....

      Hapus
  5. intinya jangan suka menunda2 pekerjaan. hargai waktu yang kita punya :)

    BalasHapus
  6. kalau baca judulnya jadi langsung inget bapak-ku. itu kalimat yang sering dan sering banget diucapkan kalau pas kita kebetulan kumpul saat kita2 masih SMA.
    kalau sudah mampu memenej waktu, maka tunggulah kesuksesan akan menghampiri kalian!!
    tengkyu sharenya.
    salam sehat selalu

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah akang desa kayaknya udah khatam nih mengatur waktu ...
      hehehe
      salam sehat selalu juga ...

      Hapus
  7. Mengatur waktu memang gampang gampang susah. Saya sendiri di rumah selalu memasang "target" dalam bentuk catatan catatan yang ditulis dalam lembaran kertas ukuran sedang dan ditempel di dinding. Ini yang harus dikerjakan besok. Ini yang sudah dikerjakan kemarin. Dan ini yang akan dikerjakan di waktu mendatang. Yah mirip tabel tabel sederhana yang hanya dimengerti oleh saya sendiri.

    Bukan hal yang mudah mengatur waktu. Sebab kalwa salah memenej sang waktu bisa bisa waktu yang akan "mengatur" diri kita. Nah sebaiknya perlu diwaspadai soal pengaturan waktu ini. Saya aja masih belajar

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya sama kang. kalau aku menulis note di reminder blackberry atau kalau nggak di nota komputer ..
      biar gak lupa. hehehehe ....

      iya sih. itu bukan hal yang mudah. mengingat pekerjaan terus menjadi skala prioritas tertinggi dalam waktu kehidupan.

      Hapus
  8. . . waktu istrahat adalah hal yg terpenting. karena kalo sakit itu waduch,, menyebalka banget. kayak sekarang ini, sehat itu mahal harganya. he..86x. selain itu minum obat n makan bubur pula. haduch,, gak mau sakit lagi aq. he..86x. oia tuch mejeng truz rek. he..86x . .

    BalasHapus
    Balasan
    1. dan .. eh kamu ada lagi disini. he..86x . .

      setuju banget sama kamu.
      kesehatan itu mahal harganya... (padahal aku sendiri kalo makan suka gak teratur..)
      he..86x . .

      Hapus
    2. .. s7-7. namun mulae sekarang km tuch kayaknya harus makan dech. apalagi untuk sarapan. itu sangat penting banget. yachhhh,, walo pun hanya makan roti. ocae kawan?!? inget,, mahal loch kalo lagi sakit. he..86x . .

      Hapus
    3. hoceee kawaannn ... iyaa aku ingat kalo lagi sakiittt ... he..86x . .

      Hapus
  9. Mengatur jadwal waktu sama halnya dengan mengatur masa depan dalam skala pendek (atau dengan bahasa halusnya merencanakan masa depan). Sebagai seseorang dengan banyak kegiatan setiap harinya tentu saja kita harus mempunyai Manajemen Waktu. Dan alangkah lebih baiknya jika kita mempunyai rencana antisipasi jikalau sauatu saat terjadi sesuatu yang kita harus mengambil tindakan keluar dari rencana pokok, karena yang namanya masa depan kan tidak bisa diprediksi kepastiannya.

    Kalau mendengar tema seperti ini saya suka teringat pepatah "Jika bisa dikerjakan saat ini, jangan tunggu sampai hari esok", dan itu akan berpengaruh besar terhadap perjalanan hidup kita.

    Memang sih ya, pada prakteknya tidak semudah apa yang terdapat dalam teori, tapi apa salahnya jika teori itu kita praktekan semaksimal mungkin. :)

    Sok Tau ya saya... :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, komentar yang sangat super sekali dari mas Rudy Arra ...
      Gak papa kalo sok tahu disini mah. Hehehehe ......
      Yuup. Jika bisa dikerjakan sekarang mengapa harus dikerjakan besok? Masa depan kita tidak ada yang tahu ... :D

      Hapus
  10. salam dear .
    kamu ini bakal pendidik kah?
    maksud momoy kamu ini guru?

    dear. mana kamu punya button follower ya. ngak ketemu
    atau internet momoy perlahan sangat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aminn. Aku ini guru untuk sekolah non-formal, momoy ...

      Ada kok. Di bagian kanan.
      Sidebar gadget
      Coba cari aja "SAHABAT BLOGGER"

      Hapus
    2. @.::: Princess MOMOY ::: Hahahaha kata orang Malaysia disebut "pensyarah" atau guru atau dosen ya kah Moy? Hehehehehe

      Hapus
    3. Iya ya kang. Regulasi jabatan pendidikan di Malaysia bisa jadi berbeda ...

      Aku dengar juga di Malaysia tidak ada jenjang SMP ya? Jadi tingkatannya, SD - SMA - langsung Sarjana Strata 2.
      Kata dosenku kemarin. Hehehehehe .........

      Hapus
    4. Wajar saja kalaw demikian kalaw banyak S3 Luar Negeri yang usianya masih belia belia. Jarang jarang S3 dari Indonesia yang masih belia dan muda. Banyakan malah S3 yang udah kakek kakek alias udah tuir hehehehehe. Oopps maaf maaf

      Hapus
  11. setuju bgt dgn managemen waktu. Krn semakin kita dewasa, maka amanah yg akan kita emban smakin banyak. Ga cm di dunia kerja saja, tp jd di keluarga. Dan seringkali mau tak mau kita hrs menjalani banyak peran yg memaksa kita hrs bs membagi waktu dgn baik, agar smua berjln dgn seimbang

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah itu dia mbak cova ... semakin dewasa kita, semakin banyak juga amanah yang kita emban.
      karena tentunya pekerjaan kita tidak mungkin begini-begini aja ...

      Hapus
    2. @covalimawati : Oh mba Cova sudah dewasa taa? Kan katanya masih SMA. Masih muda *kaburrrrrrrrrrrrrrrr

      Hapus
    3. iya kang asep .. mbak Iprih Covalimawati emang masih muda kayak SMA. Hehehehe
      *ikutan kabuuuuuuurrrrrrrrrr

      Hapus
  12. Wah,... nama gia dimention ternyata wehehe.. Oia, sudah gia folback yaa, twitternya.. =D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe. Namamu akan terus kuukir jelas di bloggerku kok..
      Haha #apasih :D

      Hapus
    2. hihiehiehiehiehiehiehiehiehie
      (ketawanya kang Asep yang nggak jelas pun saya tirukan dengan makin tidak jelas, demi ruangan ini supaya membahana)

      Hapus
    3. aduuhhh ini dua orangtua pada berisik-berisik amat daahhh ....
      hahaha ....
      hiehieheieheieheiheieheie ...... (tertawa asep haryono mode on)

      Hapus
    4. Nggak nggak, CUma saya ketawa aja soalnya seru habis. Kalaw di sinetron ada CINLOK, nah kalaw di blogger ya CINBLOG hahahahahahhaa. Saya aseli jadi inget kawan saya di Medan yang jadi nikah sama bule Australia. Mau tau ceritanya?

      Era taon 2000 kan masih ramenya Ceting pake MIRC itu utuh ceting pake server dalnet. Ada channel #america tempat saya mangkal itu ada 2 orang OPS (operator) yang pake konde @kuddles dan @suzie. Nah kuddkess itu orang Australia, dan Suzie orang medan. Akhirnya mereka jadian nikah karena MIRC atau dari dunia Maya.

      Banyak sudah orang berhasil dapat jodohnya via perantaraan dunia maya namun tidak sedikit orang yang terpedaya, kena tipu bahkan celaka karena "punya kawan dekat" dari dunia maya.

      Hapus
    5. iya kang. dulu memnag lagi trending banget mIRC...

      iya memang..
      tapi aku pribadi gak ingin terlalu berharap banget .....

      Hapus
  13. ceritanya seru, dan hebatnya ente juga memasukan intisari dari artikel orang lain ke blog ente. keren, tapi sedikit saran nie. mungkin ente juga perlu membenahi tampilan untuk mobilenya. soalnya ane tadi ud ngetik banyak eh ternyata ga bisa masuk di tampilan mobilenya. sayang aja.... sukses untuk ente gan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. maksudnya gak bisa bagaimana yaa ... ?
      aku load blog aku di mobile lancar-lancar aja ... kalau thema memang aku setting non-default, jadi tampilan PC ya tampilan di mobile juga.

      Hapus
  14. cantik bangat teman kamu yang berambut panjang di sebelah kamu itu
    yang berbaju light cream tu ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. ooh ya? makasih ... ^ ^ nanti dibilangin. ehehehe

      Hapus
    2. Yang jelas itu bukan saya hihihihi (Ge er Mode On)

      Hapus
    3. Akaaannngggg ..... *gelenggelengkepala* :D

      Hapus
  15. Ayo,.. memanajemen waktu. Mulai sekarang jangan sampai keteteran di hari esok (^,^)b

    BalasHapus
  16. manajemen waktu itu bikin gue ngakak, jaid inget temen gue. Setelah PPL beberapa hari dia sering nasehatin ngeluarin kata0kata manajemen waktu. Entah siluman Indosiar apa yang ngerubahnya kayak gitu.

    udah sring gue memanajemen waktu tapi sampai sekarang masih amburadul, ga beraturan hidup gue. Ga bis ague memanajemennya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha. wah perlu manajemen yang lebih dalam lagi tuh mas bayu ... :D

      Hapus
  17. Ini masalah bagi gue..Manajemen waktu....
    sukanya Terlalu nyianyia.in waktu dengan hal hal tak bermanfaat..

    BalasHapus
  18. "aturlah waktumu antara pekerjaan dengan hal yang lain, agar dayungan hidupmu teratur dan balance" seperti gue masih sulit untuk mengatur waktu. entahlah alasannya apa... pernah nyoba tapi masih saja berantakan...

    BalasHapus
    Balasan
    1. yup betul itu. setuju denganmu .....

      Hapus