Sebuah Ekspektasi …

04.46.00 A. Y. Indrayana 63 Comments

http://ourpax.com
Assalammualaikum…. Sampurasun Rampes. Belakangan jadi terus-terusan ngikutin kang Cilembu Thea nih gaya salamannya. Hehehehe. Tengah malam ini rasanya dalam hati ingin sekali untuk tiduurrr, tapi takut lupa kalau ditunda besok mosting lagi. Hadeuuhhh … maklumlah penyakit lupa. Haha … Kali ini, aku mau cerita sedikit mengenai arti sebuah skala prioritas dan keinginan terbesar dalam hidup seorang manusia. Okesip …

Yap. Tidak lain dan tidak bukan sebutan dari ’diksi’ itu adalah pengutamaan atau ‘Ekspektasi’. Seperti kita tahu, kita selama hidup di dunia ini pasti memiliki satu prioritas utama yang harus bisa kita capai dikemudian hari. Tiap pribadi hidup pasti memiliki ekspektasi yang berbeda. Ada yang dalam hidupnya memiliki ekspektasi dalam menguasai bidang Sains atau Elektronik, ada yang hidupnya memiliki ekspektasi menjadi pemimpin di salah satu lingkungan, dan banyak lagi. Semua itu tergantung di kita. Akan ke arah mana kita hidup nanti… ?

Hoke. Lepas dari intermezzo mari langsung saja kita meluncat ke pokok postingan. Mari tinggalkan masalah kegalauanku (pada posting sebelumnya) dan kembali menjalani hari seperti biasanya. Kalau kata Ocha Rhoshandha kemarin di komentarnya, galau terus gak ada habisnya. Hmmm ……. Ya sudahlah. Jika kamu menilai demikian.


Ekspektasi sebuah Pekerjaan …

http://koran-jakarta.com
Aku sudah cukup banyak mendengar dari beberapa narasumber yang sejatinya mereka adalah sahabat-sahabatku semua. Kini, hampir 90 persen seluruhnya teman-teman dekatku sudah bisa menikmati masa karyawannya (hingga sekarang) dan merasakan serunya memiliki gaji yang kemudian ekspektasi kedepannya bisa saling berbeda pandangan. Tetapi point utamanya disini adalah, bagaimanakah ekspektasimu terhadap pekerjaan yang kau dapatkan saat ini? Apakah sudah sesuai dengan keinginanmu? Ataukah kau hanya sekedar untuk mencari waktu atau kau punya ekspektasi berbeda? Semisal, ingin menjadi karyawan tetap atau ingin mencari pekerjaan yang jam kerjanya di hari senin sampai jum’at dan berjam kerja pagi hingga sore hari, layaknya orang kantoran disekitaran Sudirman dan Thamrin, Jakarta sana???

Naomi Stephanny Manuhuwa. Dialah sahabat aku yang pertama kali aku tanyakan mengenai ekspektasi kerja itu. Sahabatku yang juga teman satu pengajar di Taman Ceria Negeriku itu memberikan rekomendasi kepadaku agar memilih pekerjaan yang hanya aku bisa lakukan saja. Apabila ‘skill’ mu dan pekerjaanmu sudah saling relevan, maka bukan tidak mungkin … kau akan aman di dalam ekspektasimu sendiri.

“Begini, In. Tak ada salahnya jika kamu mencari pekerjaan dengan hampir disegala bidang yang kamu bisa. Tetapi jika kamu bisa mencari pekerjaan yang SUDAH menyatu dengan skill kamu, tentu itu alangkah yang sangat sangat sangat baik. Misalkan kamu sudah merasa ahli di bidang komputer, maka pekerjaan yang cocok untuk kamu adalah bagian perkomputeran,” ujar wanita yang akrab disapa dengan sebutan Efflin tersebut, saat berjalan bersamaku di International Trade Centre Roxy Mas, Grogol, Jakarta Barat, beberapa waktu lalu. Meski begitu, Efflin merekomendasikanku untuk tidak ragu dalam memilih pekerjaan apapun selagi itu bisa aku rasa untuk dikerjakan secara maksimal.

Karena ‘ekspektasi’ aku pribadi hanya menginginkan pekerjaan yang bernaung di kegiatan media jurnalisme, maka aku fokuskan saat ini untuk menambah referensi kewartawananku dan abilitas penulisan beritaku untuk kemudian dikemas dan dijadikan portofolio pribadi. Yap, sekali lagi. Ekspektasi utamaku dalam bidang pekerjaan, adalah agar aku bisa kerja di media. Titik dan Ammiinnn.

Hal senada juga diungkapkan dua sahabat FAFAY ku yang lain dalam relevansinya menyangkut komentar Efflin tadi. Yakub dan Febriansyah Rahmat, demikianlah dua dari yang aku sebut sebagai kata sapaan ‘dua sahabat’ FAFAY ku tadi. “Gak apa-apa Den. Selama lu masih bisa melakukannya coba lu jalani aja. Contohnya gue. Kuliah di jurusan Brodcasting, kerjanya di perbankan. Semua itu tergantung dari apa yang kita fokuskan…,” ujar pria yang akrab disapa Febri tersebut. Namun tampaknya ada ketidaksetujuan pendapat oleh sahabatku yang satu ini dalam relevansinya mengenai komentar Efflin tadi.

“Tergantung, Den. Karena sekarang ini susah mencari pekerjaan. Dan jika elu udah nge-klop di satu perusahaan, ya elu udah … begitulah. Tapi kalau elu (aku) yang akan menyelesaikan studi untuk Sarjana Strata 1, gue berharap banget buat elu bisa masuk media yang besaarrr… Wuedeeehhhh…. Abraham Yusuf Indrayana, Sarjana Komunikasi. Hehehe,” tambah sambil canda Yakub saat diskusi santai bersama bertiga, beberapa waktu lalu.

Dulunya memang iya, aku punya ekspektasi bisa bekerja di bidang teknik komputer. Tapi seiring waktu berjalan, ekspektasiku kini berubah. Hanya kerja di media dan usai sudah ekspektasiku dalam bidang pekerjaan. Mengenai gaji, ekspektasi orang-orangpun bisa berbeda-beda. Ada temanku yang memiliki ekspektasi untuk keluarga terlebih dahulu, ekspektasi untuk tabungan masa depan, bahkan ada pula temanku yang memiliki ekspektasi memiliki motor gede (moge) dan mobil!!! Wow … kita do’akan saja yaa sobat blogger agar teman-temanku bisa meraih ekspektasinya itu. Hehehe … Ammiinnn.


Ekspektasi sebuah Keinginan …

Untuk aku pribadi, aku punya ekspektasi bisa memiliki alat-alat yang canggih. Aku ingin punya komputer berpentium Quad, berwindows delapan, dan ingin punya gadget Android. Hehehe… Ammiinnn. Yaa meskipun bisa berubah suatu hari nanti kalau kata ayahku setidaknya kamu sudah memiliki keinginan mau meraih apa di masa nanti. Hehehe …

Ada Apple, yang (kini) terus menggodaku untuk membelinya, namun itu dia sobat blogger masalahnya. MAHAL. Oleh karena itu aku coba untuk mengharap sesuatu yang semi-mewah terlebih dahulu, biar aku ada semangat untuk meraihnya. Nah siapa tahu Tuhan kasih rejeki yang lebih … Yah apa yang akan kau beli lagi nanti??? Hahaha …

Bicara mengenai ekspektasi keinginan, kedua teman Fafay ku tadi juga memiliki ekspektasi yang berbeda pula. Yang pertama, fokus pada kemaslahatan keluarga. Kedua, menata ulang tempat tinggal. Nah yang ketiga … untuk dihambur-hamburkan deh. Hahaha :D . Lalu untuk aku apa? Tentunya sih, bisa membahagiakan kedua orangtuaku dengan gaji-gaji yang akan aku dapat kelak aku sudah bekerja nanti (kebahagiaan, bukan kebaha-GIA-an yaa … Haha).

Persempit lagi yuk ruang judul yang ada disini. Semisal mengenai ‘gadget’. Ada beberapa penilaian mengenai ketiga gadget yang diakui di dunia sangat menjadi rival satu sama lainnya. Yap. Apple, Android, dan Blackberry. Temanku yang ini, Febri, sepertinya akan memilih salah satu dari ketiga jenis gadget ini dikarenakan kebanyakan teman-teman kantornya memiliki tipe yang sama. Begitupun dengan Yakub, yang hanya saja berbeda pilihan dengan yang (mungkin) akan dipilih Febri nanti. Aku??? Heemmm ……. Pengen dua dari salah ketiga gadget yang ditawarkan diatas. Soalnya aku pun belum tega untuk meninggalkan gadget kesayanganku yang satu ini. Teman-teman di kontak masih banyak, dan satu-satunya fungsional yang tidak ada di tipe gadget yang lain membuatku semakin tidak tega untuk melepas handphoneku yang satu ini. Dan kalian tahu itu apa?? Yap. Blackberry. Hehehehe …. :D


Demikianlah diskusi santai dari A. Y. Indrayana mengenai sebuah Ekspektasi.

Tadi aku sudah menceritakannya. Kamu semua sudah tahu akan ekspektasiku. Ini ekspektasiku, mana ekspektasimu????

63 komentar:

  1. ijin nyimak. Support aja untuk pagi ini

    BalasHapus
  2. semua orang boleh berekspektasi mas, tidak ada salahnya untuk itu

    tetep berjuang yo mas untuk beli apple ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. yup betul ... ekspektasi adalah hak preogratif pribadi ... ^ ^

      thank you ... semoga kebeli iPad versi terbaru.. :D

      Hapus
  3. selain di atas, ada satu ekspektasi lagi yang belum diceritain, apa hayooo???

    BalasHapus
    Balasan
    1. ekspektasi cinta... beneran kan???

      Hapus
    2. iya, jangan mundur!! saingan seberat apapun bakalan gampang dikalahkan dengan semangat yang besar. hajarrr!!

      Hapus
    3. iya aku juga berpikir demikian sih kang... cuman yaa gituu. sapaanku masih belum dibales sama dia.

      ah sudahlah kang. aku gak mau berharap banyak. Walau 'ekspektasiku' dalam cinta memang menginginkan dia ....

      Hapus
    4. cari cadangan dong, biar leluasa bereksplorasi, hihi

      Hapus
    5. Menyimak percakapan anda berdua, sepertinya ekspektasi cinta nya Mas Indrayana hampir sama denganku, bedanya aku mencoba mencari lagi cinta yang hilang hehe...

      #nyumbang curhat

      Hapus
    6. kang zachroni : ahh ... belum apa-apa udah ngomongin cadangan... jangan begitu laah .. :D

      Rudy Arra : Asik dah. Okelaaah. Ekspektasi boleh sama tapi orang yang disukai jangan sama juga yaa .. :D

      Hapus
    7. Ekspetasi itu yang bisa buat geleng geleng kepala ya. Huaaaaaaaaaa. Oh ya saya sepakat dengan Om Zachflazz jangan mundur. Maju terus. Hajarrr. Sikaat. Terjang... Bunuhhh

      Hapus
    8. hihihi... tu Kang Asep nambahi ada bunuh segala. emang lalat.. hihi

      iya nih, banyak dukungan, tapi actionnya belum juga muncul. ayo dong

      Hapus
    9. bunuh ... bunuh ... bunuh ... TOP Coffee. Hahaha ... :D

      Kang Asep : iyyah. ekspektasi berlebih bisa bikin geleng-geleng kepala memang ..

      Ayahnya Arien : tahu tuh. Kang Asep emang lucu banget ya. Haha :D

      Hapus
    10. kang asep mengingatkan saya kepada seorang berinisial AH yang tinggal di pontianak. pasti mereka kembar.

      Hapus
    11. emm ... iya yaa. kalau gitu tuaan siapa dong antara kang asep sama AH?
      whahaha ... *damaikang* :D

      Hapus
  4. ekspektasiku apaan ya...
    jadi mikir ih...

    BalasHapus
  5. Terus maju bang moga slalu diberkati oleh Allah SWT..amien.

    BalasHapus
  6. ekspektasi penting tapi yang lebih penting adalah upaya untuk mencapai ekspektasi tersebut, begitu kira-kira ya sob

    BalasHapus
  7. ekspektasi dalam pekerjaan kalau gw sih sob, gimana nyaman and gak membebani hati aja.. kagak enak banget kalau hati sama pikiran kagak nyambung, bisa kacau semua kerjaan,,hahhahhaha

    gatget nocoment, disiksa pakai gaya vietkong pun gw agak srek sama namanya BB..hahahahhaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. yup.. sama denganku, cuman beda aplikasinya aja ...

      gadget? wah kalau srek sama BB beli aja sob.. haha

      Hapus
  8. Wah wah ada foto mas Indrayana ngejreng di postingan ini. Penampilang "Vulgar" alias narsis habis hahahaha. Ditujukan buat siapakah tatapan mata A.Y Indrayana yang tajam itu. HIhihihiiihi. Baha-GIA-lah yang mendapat tatapan mata setajam itu? HIHeihiehiehiehiehiieee

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya ampun kang .. itumah udah sering kali.
      bukan dengan motif apapun, selain untuk menghiasai jurnal pribadi saja. haha

      Hapus
    2. Sering kali pun tapi tetap nga jemu mau diat
      super cute !

      Hapus
    3. saya lagi baca komennya Princess Momoy ini, tiba-tiba ada gambar burung biru menclok. jadilah saya nggak baca komennya itu, dan saya nggak tau mau nulis apa di sini. ruwet kan

      Hapus
    4. hahaha. itu burung suka kali sama kang zachroni .. haha

      Hapus
    5. mana ada burung biru sukanya sama elang biru. kalo burung pink mungkin.

      tu burungnya lewat lagi. ampuun. untung nyamping tuh..

      Hapus
    6. hahahaha .... kang zachron sekarang lucunya kayak kang Asep ...hahaha

      Hapus
    7. ihh, jangan samakan saya dengan kang asep. kang asep cuma pelawak amatir. kalo saya.. lebih amatir!

      Hapus
    8. haha...kalian bertiga lucu sekali ^__^
      momoy nga ada twitter
      sebab mau ada privacy
      huhu

      Hapus
  9. . . emmmmmm,, ekspektasiku kayak apa ya?!? emmmmmmm,, bingunk nich. oia,, kayaknya bakalan ada yg kopdar nich. ikutan donk. he..86x . .

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehehe .... pasti punya. he..86x . .

      ikut doong dhifa ... :D

      Hapus
    2. . . loch,, aq nich loch boleh ikutan ta gak?!? he..86x . .

      Hapus
    3. ya makanya ayoo ikut kopdaran vhie ... he..86x . .

      Hapus
  10. jangan Apple bro, beli salak aza gue gak sanggup hehehehe...!
    sebuah ekpsektasi yang luar biasa. sementara gue cukup yang ada ini aza deh. gak mau muluk2. ntar bisa galau sendiri!

    BalasHapus
    Balasan
    1. aaaaa..... aku maunya mangga!!! hahaha ....

      ya ... akupun juga gak muluk-muluk banget kok. haha

      Hapus
  11. Wa... panjang ya... tulisannya...
    nyimak aja deh...
    btw,, fotonya,, olala...

    BalasHapus
    Balasan
    1. mumunggu ...

      fotonya kenapa? hehehe .....

      Hapus
  12. itu kamu ka dear Indra?
    super c-u-t-e !!

    tentang kerja itu , benar kata temen kamu. kerja ikut skill yang telah ada lebih senang
    tapi kamu tau nga, momoy kerja bukan ikut skill yang ada. juga bukan dari apa yang dibelajar sewaktu zaman universitas dahulu
    100% lain. mulanya memang susah amat tapi lama-lama rasa seronok kerana adventure nya .

    apapun semoga dear Indra berjaya dalam apa saja yang dear lakuin dan juga bisa beli apa yang dear mau =)

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah, ini ada pujian bagus. cute! asiikk.
      Kang Aseeepp!!!

      Hapus
    2. Putri MOMOY : Thankyouu, dear ... :)
      Betul sangat. Kita bisa ikuti skill kita di job yang sama dengan yang kita bisa. Thankyou sekali lagi atas ziarahnya ... :D


      Kang Zachro : Kang Aseeepp..... adik sulungmu memanggilmu. Hahaha :D

      Hapus
    3. enak aja adik sulung. saya kakak bungsu!

      Hapus
    4. haha...sudah ada adik kakak lagi nih...
      semoga dear indra cepat dapat kerja ya.

      Hapus
    5. hahaha. dasar kakak adik :D

      Momoy : Amin aminn yaa. Dear Momoy juga sukses selalu disana .. :)

      Hapus
  13. #71 ni.

    aku tu keinginan nya mau cari kerja tetap aja.

    ekspektasi adalah adanya kekuatan dari kecenderungan untuk bekerja ...

    BalasHapus
  14. wah tulisannya berat nih.. hihihi
    soal ekspektasi, aku ga brani yg tinggi2, takut kecewa.. halah.. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. berat? kiloin aja. hahaha ...
      weh pasti punya lah ekspektasi pribadi. hahaha .... :D

      Hapus
  15. modal utamanya kan semangat, bro...
    masalah sarana cuma pendukung yang jangan sampai jadi andalan
    alat canggih juga kalo semangat kendor ga bakalan maksimal

    BalasHapus
    Balasan
    1. yoops betul sangat itu mas rawins ...

      Hapus
  16. yang penting semangat dan doa, alat itu kan cuma pembantu brow

    BalasHapus
    Balasan
    1. pasti! doa dan semangat itu nomor satu ...

      Hapus
  17. Kerjaan yg hanya bisa dilakukan oleh aku saja???
    Kerjaan memecahkan jarang mandi bisa ga masuk ke daftar?
    Pengen deh dapat uang gara2 malas mandi dan malas makan… hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha. Aku juga pengen kali an .... hahaha

      Hapus
  18. kunjungan perdana..salam kenal :)

    BalasHapus
  19. Ekspektasi tinggi kadang dibuntuti kekecewaan yang tinggi juga :)

    BalasHapus